[16] Galeri Foto
[15] Toko Ikan
14. Order atau Pengiriman ikan Cupang & Kebijakan Privasi
Add to Cart
14. Order atau Pengiriman ikan Cupang & Kebijakan Privasi


Order atau Pengiriman & Kebijakan Privasi

Cara Pesan Boking Ikan Cupang
Bagaimana sich Cara Belanja di AL Betta!!! ok. langsung simak aja ya dibawah ini!!...

1. Order / Pemesanan / Pertanyaan ttg cara Order dapat dikirimkan melalui contact dibawah ini : Adithira
SMS / TLP : 0813 7615 5052
E-Mail : alihsandipanjaitan@gmail.com
Yahoo Messenger! : alihsandi@ymail.com
Pin Bim: 765CE719
Keterangan : Jangan Lupa Cantumkan Kode Produk dari Cupang Hias yang ingin anda Order !
Simulasi Order :

HM01.kuning

Berikut ini dikutip sebagai berikut!!!...

Anda cukup SMS / Telepon / BBM / YM / E-Mail kode dari Cupang Hias tersebut :HM1, lalu sebutkan alamat yang disertai Nama Penerima, Alamat Lengkap (termasuk kode pos), no tlp penerima ! kirim ke Contact yang ada dibagian atas halaman ini !

2. Ongkos Kirim (via TKI atau JNE) Untuk Daerah DKI Jakarta : dapat memakai paket Regular (1 hari s/d 2 hari) Biaya Bisa di Cek situs tersebut
Untuk Luar Kota :disarankan memakai paket YES! (Yakin Esok Sampai !), untuk mengecek tarif Anda dapat mengeceknya di link berikut ini :

Cek Tarif via JNE
pada kolom "CEK OUR TARIF NOW", isikan ; From : JAKARTA To : Kota Tujuan Anda Weights : 1 kg (Batas 1 Kg untuk 10 ekor Ikan Cupang Hias)
klik SUBMIT, lalu isi Code Captcha yang tertera pada website JNE tersebut....

3. Pembayaran Setelah Anda melakukan Order, kami akan mengecek kelengkapan alamat anda, konfirmasi ulang Order Anda, pengiriman Harga Total (Harga Barang + Ongkos Kirim via JNE), nomor Rekening Bank ke contact anda.

4.Packaging & Shipping Pengiriman Barang akan dilakukan H+1 (Ikan dipuasakan dahulu selama 1 hari untuk mencegah keracunan Amonia / Kotoran Ikan), setelah Order dilakukan dan Pembayaran sudah diterima.

NB : Untuk mempermudah proses belanja Anda, mohon simpan bukti transfer. Lalu konfirmasi-kan kepada kami pembayaran Anda.
Gambar Bukti Packaging dan Resi Pengiriman :



Step 1 :Ikan Dibungkus Plastik Double.


Step 2 :Ikan Dibungkus Koran.


Step 3 : Ikan Dimasukkan Kedalam Kotak Paket Pengiriman.


Step 4 : Paket Cupang Hias Anda sudah siap meluncur ke tempat Anda.

Kumpulan Bukti Resi dari pengiriman Paket.

5. DOA (Dead On Arrive) alias Ikan Cupang Anda tewas dalam pengiriman.
Selama pengiriman dilakukan via TIKI atau JNE REG (Khusus DKI Jakarta) dan TIKI atau JNE YES (Seluruh Kota), Anda dapat mengklaim Ikan Cupang Hias pesanan Anda ke Kami.

Syaratnya :
- Anda wajib mengklaim ke kami maksimal 3 jam (Bukti Foto) setelah Cupang Hias Anda terima
- Klaim tidak akan dilakukan apabila Anda melakukan kesalahan pemberian alamat ataupun kelalaian dari pihak TIKI atau JNE
- Foto Cupang Ikan Cupang Hias pesanan anda yang mati dalam keadaan masih dalam bungkus plastik.
- Klaim tidak akan diberikan apabila Anda sudah membuka Cupang Hias anda lalu baru memfoto dan mengirimkan foto tersebut kepada kami.
- Biaya Ikan yang DOA tidak perlu Anda bayarkan kembali, tetapi biaya Pengiriman via JNE wajib Anda bayarkan kembali kepada kami.
Terima kasih !!!

Tentang & Kebijakan Privasi
Kebijakan Privasi www.alcupangmedan.blogspot.com

Privasi Anda sebagai pengunjung www.alcupangmedan.blogspot.com merupakan hal yang sangat penting bagi kami.
Di alcupangmedan.blogspot.com kami menganggap bahwa privasi dari informasi pribadi Anda adalah hal yang sangat rahasia dan akan kami jaga kerahasiaannya. Kami tegaskan bahwa kami tidak akan pernah memberikan informasi tersebut kepada pihak ketiga. Karena itu kami membuat kebijakan privasi mengenai informasi apa saja yang kami terima dan kami kumpulkan pada saat Anda mengunjungi alcupangmedan.blogspot.com serta bagaimana kami menyimpan serta menjaga informasi tersebut.

Tentang File Log Seperti kebanyakan situs lain, kami mengumpulkan dan menggunakan data yang terdapat pada file log. Informasi yang terdapat pada file log termasuk alamat IP Anda, ISP, browser yang Anda gunakan, waktu pada saat Anda berkunjung dan halaman mana saja yang Anda buka selama berkunjung di alcupangmedan.blogspot.com

Tentang Cookies
Situs kami menggunakan cookies untuk menaruh informasi, seperti informasi preferensi pribadi Anda pada saat mengunjungi situs kami. Ini juga mungkin termasuk untuk menampilkan jendela pop up untuk kunjungan pertama Anda, atau juga untuk menyimpan informasi login Anda di situs kami.
alcupangmedan.blogspot.com juga menggunakan iklan dari pihak ketiga untuk mendukung situs kami. Beberapa penayang iklan ini mungkin menggunakan cookies ketika menampilkan iklan di situs kami, yang juga mengirimkan kepada pemasang iklan (seperti Google melalui program Adsense) informasi seperti alamat IP Anda, ISP, browser internet yang Anda gunakan dan sebagainya. Hal ini biasanya digunakan untuk tujuan penargetan iklan berdasarkan lokasi atau menampilkan iklan yang sesuai berdasarkan situs-situs yang telah Anda kunjungi.
Anda dapat memilih untuk men-disable cookies melalui setelan pada browser Anda, atau melalui setting pada program lainnya. Namun demikian, hal ini dapat mempengaruhi pengalaman Anda dalam berinteraksi dengan situs kami sebagaimana juga dengan situs lainnya. Termasuk Anda tidak bisa masuk ke layanan kami, seperti login ke forum atau ke akun yang Anda miliki.


Tentang
Tentang alcupangmedan.blogspot.com

Blog alcupangmedan.blogspot.com adalah tentang segala hal yang berhubungan dengan ikan cupang. Kami berusaha memberikan informasi terbaik dari sumber-sumber terbaik. Karena itu jika ada informasi yang kurang tepat kami mohon agar anda bersedia untuk memberitahukannya kepada kami. Kami percaya bahwa blog alcupangmedan.blogspot.com ini masih jauh dari sempurna, karena itu kami sangat membutuhkan kritik dan saran anda!!!
Tentang Penulis alcupangmedan.blogspot.com
Saya adalah AL ihsandi, saya bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa, saya hanya senang jika anda dapat mengambil manfaat dari apa yang saya tulis sendiri di blog saya ini.

Terimakasih



























































































































[13] Pembahasan Tambahan
Add to Cart
[13] Pembahasan Tambahan



Pembahasan Tambahan

Pada kesempatan kali ini, saya ingin mengajak kalian memberikan ide dan gagasan mengenai pembahasan yang harus saya berikan. Pembahasan tambahan akan saya terima apabila masih membahas tentang ikan cupang. Setiap ide dan gagasan yang kalian berikan akan saya jawab dalam sebuah artikel blog. Setelah artikel tersebut selesai, nama kalian akan saya cantumkan pada artikel tersebut. Apabila kalian bersedia memberikan foto kalian kepada saya, maka foto yang kalian berikan akan saya tempelkan pada blog ini. Nama kalian juga akan saya cantumkan pada bagian kontributor blog. Foto dan gagasan dapat dikirim ke email (alihsandipanjaitan@gmail.com). Posting hanya diberikan kepada mereka yang memberikan ide yang berguna dan bermanfaat untuk semua peternak ikan cupang.




[Belum ada ide yang diberikan]
[Jadilah yang pertama memberikan ide]
[Segera Kirim ide kalian ke alamat emailku]


































































































































[12] Tumbuhan Untuk Ikan Cupang
Add to Cart
[12] Tumbuhan Untuk Ikan Cupang

Tumbuhan Untuk Ikan Cupang

Sebenarnya banyak tumbuhan yang dapat digunakan untuk ikan cupang. Tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah enceng gondok dan daun ketapang. Daun ketapang merupakan daun yang mengandung zat yang baik untuk ikan cupang. Daun ketapang dapat menetralkan ph air dan membuat ikan cupang tidak cepat stress. Selain sebagai penetral ph air, daun ketapang juga dijadikan sebagai obat alami untuk ikan cupang. Banyak peternak ikan cupang menggunakan daun ketapang untuk beternak ikan cupang. Daun ketapang banyak digunakan oleh peternak ikan cupang petarung. Lendir yang dihasilkan daun ketapang dipercaya dapat mempertebal sisik ikan petarung, sehingga kulit ikan tidak mudah terluka saat diserang ikan lain. Selain sebagai obat dan penetral ph air, daun ketapang juga bisa digunakan sebagai tempat ikan cupang membuat sarang gelembung mereka.

Sebenarnya banyak tumbuhan yang dapat digunakan untuk ikan cupang. Tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah enceng gondok dan daun ketapang. Daun ketapang merupakan daun yang mengandung zat yang baik untuk ikan cupang. Daun ketapang dapat menetralkan ph air dan membuat ikan cupang tidak cepat stress. Selain sebagai penetral ph air, daun ketapang juga dijadikan sebagai obat alami untuk ikan cupang. Banyak peternak ikan cupang menggunakan daun ketapang untuk beternak ikan cupang. Daun ketapang banyak digunakan oleh peternak ikan cupang petarung. Lendir yang dihasilkan daun ketapang dipercaya dapat mempertebal sisik ikan petarung, sehingga kulit ikan tidak mudah terluka saat diserang ikan lain. Selain sebagai obat dan penetral ph air, daun ketapang juga bisa digunakan sebagai tempat ikan cupang membuat sarang gelembung mereka.


Contoh daun ketapang


Tumbuhan lain seperti enceng gondok dan kapu-kapu (Pistia stratiotes) juga bisa dijadikan tumbuhan untuk menghiasi wadah ikan. Saya lebih menganjurkan kapu-kapu sebagai pengganti enceng gondok. Hal ini dikarenakan beberapa alasan. Alasan yang pertama adalah, enceng gondok susah dibersihkan dan cenderung kotor, kedua enceng gondok ukurannya terlalu besar dan memakan banyak tempat, enceng gondok memiliki akar yang padat sehingga cepat menghabiskan air pada wadah ikan (saya tidak bilang enceng gondok tidak bagus, semua tergantung pada kalian masing-masing mau menggunakan yang mana dan saya hanya sekedar berpendapat karena semua orang bebas memilih). Kenapa saya memilih tanaman kapu-kapu? saya memilih tanaman kapu-kapu dibanding enceng gondok karena ukurannya lebih kecil, bersih, dan tidak memakan banyak tempat. Selain itu, bentuk dari tanaman kapu sangat ideal, dan enak dipandang.

Ikan cupang menjadikan kapu-kapu sebagai tempat pembuatan sarang gelembung dan tanaman kapu-kapu bisa membuat ikan cupang merasa seperti hidup dihabitat asli. Dengan campuran sedikit daun ketapang, maka ikan cupang akan merasa nyaman. Tanaman lain yang dapat digunakan untuk ikan cupang adalah hydrilla. Tidak banyak peternak ikan cupang yang menggunakan tumbuhan hydrilla. Tanaman hydrilla lebih banyak digunakan oleh peternak ikan gupi karena tanaman hydrilla dapat tenggelam kedasar air dan dijadikan tempat persembunyian oleh burayak ikan gupi.


Hydrilla tidak banyak digunakan peternak ikan cupang dikarenakan beberapa hal. Hal pertama adalah sebagian peternak ikan cupang percaya, didalam tanaman hydrilla terdapat 1 predator yang dapat memakan burayak ikan cupang. kedua, hydrilla dapat menyebabkan pertumbuhan lumut halus yang akan menutupi wadah (info yang saya dapat belum tentu benar). Ketiga, tanaman hydrilla yang tidak terkena sinar matahari, akan layu dan mati dalam wadah sehingga mencemari air.

Tumbuhan lain yang dapat digunakan adalah daun kelapa kering. Manfaat daun kelapa kurang lebih sama seperti daun ketapang tapi menurut saya pribadi, daun ketapang lebih bagus dibanding daun kelapa. Daun kelapa yang sudah tua, banyak digunakan peternak ikan petarung. Tujuan mereka merendam daun kelapa pada wadah ikan cupang petarung masih belum jelas. Sejauh yang saya tahu, efek yang diberikan daun kelapa tidak berbeda jauh dengan daun ketapang.












































































































[11] Cara Beternak Makanan Ikan Cupang Bagian 2
Add to Cart
[11] Cara Beternak Makanan Ikan Cupang Bagian 2

Beternak Makanan Ikan Cupang Bagian 2

Pada artikel berikut ini, saya akan menulis artikel Cara Beternak Makanan Ikan Cupang Bagian 2. Bagian pertama sudah dijelaskan secara umum dan sederhana. Pembahasan bagian 2 juga akan dibahas secara sederhana. Pembahasan yang ada antara lain Microworms, dan Vinegar Eels.


1. Microworms


Microworms bisa dijadikan makanan pengganti untuk burayak ikan cupang selain menggunakan kutu air. Selain mudah dikultur, microworms juga memiliki kandungan gizi yang cukup baik untuk burayak ikan cupang. Kelemahan yang dimiliki oleh microwroms adalah, apabila takaran yang diberikan ke wadah ikan terlalu banyak dan tidak habis dimakan oleh burayak ikan, maka sudah bisa dipastikan akan air akan tercemar. Microworms tidak dapat bertahan hidup dalam air terlalu lama. Berbeda dengan kutu air yang bisa hidup di air. Jadi tetaplah berhati-hati dalam penggunaannya.

Microworms mempunyai peranan yang sangat penting ketika musim hujan tiba. Karena pada musim hujan, biasanya kutu air akan sangat sulit diperoleh. Sehingga microworms menjadi salah satu sumber makanan pengganti bagi burayak ikan. Tempat yang dibutuhkan untuk membudidayakan microworms tidak terlalu besar. Kalian bisa menggunakan mangkuk es cream atau media lainnya yang kecil dan memiliki penutup. Bahan-bahan yang diperlukan dalam membudidayakan microworms antara lain :


  • Bibit Microworms (dapat dibeli pada toko ikan dan peternak microworms).
  • Wadah budidaya, dapat menggunakan mangkuk es cream dan media lainnya yang memiliki penutup.
  • Roti tawar.
  • Ragi roti (dapat dibeli pada toko kue atau sembako).
  • Air putih.
  • Oat Meal.
  • Jarum.


Setelah semua bahan yang dibutuhkan sudah terkumpul, ikutilah langkah budidaya microworms berikut ini :


  1. Sediakan wadah yang akan menjadi tempat budidaya microworms.
  2. Susun roti tawar dengan rapi kedalam wadah budidaya
  3. Basahkan roti tawar yang ada didalam wadah (Jangan terlalu basah, secukupnya saja.). Cukup roti sampai lembab dan berair saja. Wadah budidaya jangan sampai tergenang air.
  4. Taburkan ragi roti 1/4 sendok makan pada permukaan roti tawar. Ragi roti yang ditaburkan harus merata dan tidak terlalu banyak.
  5. masukan bibit microworms kedalam wadah budidaya
  6. Tutup wadah budidaya supaya proses berkembang biak microworms tidak terganggu oleh binatang lain (Penutup wadah harus dilubangi terlebih dahulu menggunakan jarum agar terus terjadi siklus pergantian udara).
  7. Microworms yang sehat dapat dilihat dari warnanya. Jika berwarna putih, itu menandakan microworms yang kalian budidayakan memiliki tingkat kesehatan tinggi.
  8. Jika wadah microworms kalian sudah mulai menjadi warna abu-abu dan tampak tidak cerah, segera lakukan budidaya pada wadah yang lain dengan cara memindahkan 20-50% microworms yang ada pada wadah sebelumnya ke wadah baru.
  9. Budidaya dapat dilakukan secara berulang dengan teknik yang sama.
  10. Pemberian makan bisa dilakukan 2 minggu 1 kali. Cara yang dilakukan adalah, memindahkan microworms 70-85% ke wadah yang baru. Cara ini juga bisa dilakukan untuk meningkatkan hasil panen kalian.
  11. Cara pemberian microworms pada wadah burayak ikan cupang dapat menggunakan berbagai macam alat contohnya adalah alat pembersih telinga. Pada umumnya peternak ikan menggunakan alat pembersih telinga sebagai alat utama untuk melakukan panen.
  12. Ambil microworms dengan alat pembersih telinga. Lalu microworms yang menempel pada alat pembersih telinga dicelupkan kedalam wadah dan microworms akan masuk kedalam air.
  13. Gambar alat pembersih telinga yang digunakan :



2. Vinegar Eels


Selain microworms, vinegar eels juga dapat digunakan sebagai pengganti sumber makanan untuk burayak ikan cupang. Vinegar eels memiliki ukuran yang lebih kecil dari microworms. Perbedaan antara vinegar eels dan microworms adalah, Vinegar eels hidup didalam air (cuka apel) dan microworms hidup di darat. Vinegar eels bisa bertahan hidup lebih lama didalam air dibanding microworms sehingga persentase tercemarnya air dapat dikecilkan.

Budidaya vinegar ells tidaklah sulit. Bahan yang diperlukan juga lebih sedikit dibanding budidaya microworm. Kesulitan dalam membudidaya vinegar eels adalah saat melakukan panen. Karena vinegar eels hidup didalam air cuka, maka ada teknik khusus yang harus digunakan agar panen bisa dilakukan dengan lancar dan vinegar eels aman di konsumsi oleh burayak ikan cupang. Alat yang perlu disediakan dalam budidaya vinegar eels adalah :


  1. Botol bekas sirup atau botol lainnya yang bisa digunakan untuk menyimpan air cuka.
  2. Apel yang sudah dipotong kecil.
  3. Cuka Apel / Cuka Asam.
  4. Gula 1/2 sendok teh.
  5. Air Minum.
  6. Kapas dan alat pembersih telinga.


Kapas dan alat pembersih telinga :


  1. Campurkan air dan cuku kedalam botol (Air dan cuku dibagi 50 : 50).
  2. Masukan gula 1/2 sendok teh, lalu aduk sampai rata.
  3. Masukan apel yang sudah dipotong kecil ke dalam botol.
  4. Setelah tahap 1 - 3 sudah dilakukan, campurkan bibit vinegar eels kedalam botol.
  5. Lakukan pengamatan selama 2-3 minggu sejak budidaya dilakukan.
  6. Apabila Vinegar eels sudah berkembang biak dan sudah memenuhi botol, maka budidaya kalian sudah siap dipanen.


Cara panen dapat dilakukan dengan teknik sebagai berikut :


  1. Siapkan kapas filter dan bentuk kapas tersebut menjadi bulatan yang muat untuk mulut botol.
  2. Siapkan juga botol yang berisi air putih atau air bersih.
  3. Masukan kapas filter kedalam botol botol budidaya (Ingat, hanya bagian ujung kapas yang mengenai cuka).
  4. Teteskan air pada permukaan kapas yang dimasukan dalam botol budidaya (yang dimaksud adalah kapas filter bagian atas yang sudah dimasukan dalam botol budidaya). Teteskan air pada kapas filter secukupnya.
  5. Biarkan selama +-30 Menit.
  6. Jika sudah 30menit, vinegar eels akan menembus kapas filter, dan celupkan kapas kedalam botol yang telah diisi air bersih (Ingat, jangan sampai bagian kapas filter yang terkena air cuka tercelup pada botol yang berisi air bersih).
  7. Lakukan hal ini secara berulang sampai anda selesai panen (Sisakan 20% vinegar eels apabila masih ingin membudidayakan).
  8. Apabila potongan apel sudah terlihat habis dan kurang bagus, beri potongan apel yang baru.


Contoh Vinegar eels yang siap panen





























































































[10] Cara Beternak Makanan Ikan Cupang Bagian 1
Add to Cart
[10] Cara Beternak Makanan Ikan Cupang Bagian 1

Beternak Makanan Ikan Cupang Bagian 1

Makanan merupakan sumber kehidupan bagi setiap makhluk hidup di bumi. Tanpa makanan, semua makhluk hidup akan mati. Oleh karena, persiapan sumber makanan sangatlah penting bagi kehidupan. Begitu juga dengan peternak ikan cupang. Setiap hari mereka harus bisa menyediakan sumber makanan untuk ikan cupang mereka. Banyak cara yang bisa dilakukan oleh peternak untuk mendapatkan sumber makanan untuk ikan mereka.




Bagi mereka yang hanya sekedar hobi memelihara ikan cupang, biasanya mereka menangkap atau membeli makanan ikan cupang. Bagi peternak ikan cupang yang menengah, mereka cenderung menangkap atau membudidayakan makanan ikan cupang sendiri. Sedangkan untuk peternak besar, mereka pasti melakukan budidaya makanan ikan cupang sendiri.

Walaupun kegiatan budidaya makanan ikan cupang cenderung dilakukan oleh peternak kelas atas, tidak menutup kemungkinan peternak menengah atau mereka yang hanya sekedar hobi memelihara ikan cupang melakukan budidaya makanan ikan sendiri. Budidaya makanan ikan yang sering dilakukan oleh peternak ikan cupang kelas menengah dan menengah ke bawah adalah membudidayakan microworms dan silkworms. Microworms merupakan jenis makanan ikan yang paling mudah dibudidayakan oleh peternak ikan. Peternak kelas atas biasanya melakukan budidaya makanan ikan cupang pada skala yang besar. Budidaya yang banyak dilakukan adalah silk worms, dan DaphniaSp.

Ada beberapa jenis makanan ikan cupang yang dapat dibudidayakan oleh kita, yaitu sebagai berikut :

1. Jentik Nyamuk
2. DaphniaSp dan Daphnia Magna (Kutu Air)
3. Silkworms / Tubifex
4. Microworms
5. Vinegar Eels

Pembahasan dibagi menjadi 2 bagian. Bagian pertama akan dijelaskan pada halaman ini dan bagian 2 akan dijelaskan pada halaman berikutnya. Pembahasan pertama akan membahas jentik nyamuk, kutu air, dan cacing sutra (Tubifex) dan pembahasan kedua akan membahas microworms, dan vinegar eels.



                           [Pembahasan Pertama]

1. Jentik Nyamuk

Jentik nyamuk merupakan salah satu makanan ikan cupang yang paling banyak digunakan untuk mencukupi kebutuhan ikan cupang dewasa. Ketika musim kemarau, jentik nyamuk sangat mudah ditemui pada genangan air yang berada di got atau selokan. Pada saat musim hujan datang, jentik nyamuk yang ada di got atau selokan akan terbawa oleh arus air yang meluap dan disinilah para peternak ikan cupang akan kesulitan dalam mencari makanan untuk ikan. Untuk mengantisipasi hal atau kejadian ini, saya akan sedikit berbagi tips untuk kalian mengenai cara membudidayakan jentik nyamuk (Ingat!! Beternak jentik nyamuk bisa membuat daerah sekelilingnya menjadi banyak nyamuk dan tingkat penyakit malaria akan semakin besar. Oleh karena itu, lakukanlah cara budidaya jentik nyamuk dan benar untuk mengurangi resiko tersebut).

Sebelum melakukan budidaya, saya ingin mengajak kalian untuk mengetahui sedikit mengenai sirklus hidup nyamuk. Nyamuk harus menempuh empat tahap dalam siklus hidup. Berawal dari telur, Jentik nyamuk, Pupa, dan akhirnya menjadi seekor nyamuk dewasa. Nyamuk menghisap darah manusia karena mereka membutuhkan protein yang terkandung pada darah manusia untuk kebutuhan telur mereka. Telur yang dihasilkan oleh nyamuk betina berkisar 230-300. Waktu yang dibutuhkan untuk menjadi seekor nyamuk dewasa sekitar 16 hari. Sedangkan waktu yang dibutuhkan telur nyamuk menjadi jentik nyamuk dan pupa adalah 7 - 14 hari.

Bahan yang perlu disediakan dan cara beternak jentik nyamuk adalah sebagai berikut (Metode budidaya yang disampaikan merupakan metode yang sederhana) :


  1. Sediakan wadah budidaya (Ember,Baskom,Kaleng,atau tempat lainnya yang bisa menampung air).
  2. Air bekas dari hasil pencucian beras atau bisa menggunakan hasil air yang berasal dari hasil pencucian piring (Jangan yang banyak mengandung sabun pencuci piring). Cara lain yang bisa dilakukan adalah, kalian juga bisa meneteskan pupuk organik cair kedalam air. Jika kalian tidak mau menggunakan ketiga cara tersebut, anda bisa menggunakan air hujan yang diberi dedaunan tua (cara ini sedikit sulit untuk mendapatkan hasil yang bagus).
  3. Masukan air kedalam wadah yang sudah disediakan lalu letakkan wadah tersebut pada tempat yang sedikit gelap atau tempat yang banyak nyamuknya. Jika tempat tersebut merupakan tempat terbuka, jangan lupa untuk membuat penutup wadah yang dapat digunakan pada saat hujan sehingga tidak mengganggu proses budidaya.
  4. Biarkan wadah kalian selama 3-5 Hari, lalu liat hasilnya.
  5. Jentik nyamuk bisa dipanen pada hari kelima, dihitung dari bentuk larva. Jentik nyamuk yang ideal di panen adalah yang berumur 7-9 hari.
  6. Jentik nyamuk yang sudah menjadi pupa biasanya digunakan sebagai sumber makanan untuk ikan cupang betina. Pupa dipercaya bisa meningkatkan tingkat produksi telur pada ikan cupang betina.
  7. Segera buang kulit pupa yang mengambang diatas permukaan air.
  8. Gantilah air budidaya jentik nyamuk anda setelah selesai panen dan pindahkan jentik nyamuk hasil panen pada air yang bersih. Hal ini dilakukan untuk membilas jentik nyamuk dan meminimalkan terbawanya zat yang kurang baik. Sehingga ikan dapat dengan aman memakan jentik nyamuk dan terhindar dari sakit.
  9. Apabila tidak terlihat tanda-tanda kehidupan selama budidaya, ulangi cara nomor dua dan letakan pada tempat yang berbeda.
  10. Cara yang saya berikan mungkin berbeda dengan mereka yang membudidayakan jentik nyamuk pada jumlah yang besar.


2. Daphnia.Sp (Kutu Air)

Kutu air (Daphnia.Sp) merupakan salah satu pakan hidup yang sangat disukai oleh ikan cupang. Untuk membudidayakan kutu air, kalian harus mengetahui ilmu dasar mengenai kutu air. Kutu air bisa bertahan hidup pada suhu 20-30°C. Kutu air juga sangat rentan mati bila terjadi perubahan suhu air. Kutu air daphnia magna mempunyai daya tahan tubuh yang lebih besar, sehingga membudidayakannya menjadi lebih mudah dibanding daphnia.Sp. Kutu air mengkonsumsi makanan mereka dengan cara menyaring air yang mengandung pythoplankton. Phytoplankton merupakan sumber makanan utama bagi kutu air.

Kutu air bisa berkembang biak dengan cepat apabila cara budidaya yang kita lakukan sudah benar. Pada umumnya, Semasa hidupnya daphnia bisa berkembang biak 5 sampai 7 kali. Banyaknya telur yang bisa dihasilkan oleh daphnia.sp untuk 1 kali berkembang biak adalah 7-20. Daphnia.Sp merupakan hewan hemaprodite, sehingga kutu air betina tetap bisa melakukan pembuahan sel telur tanpa menggunakan sel jantan

Cara budidaya kutu air yang saya berikan merupakan cara yang banyak dipakai oleh peternak ikan. Bahan-bahan yang perlu disiapkan oleh kalian adalah :


  • Pupuk kandang, Kotoran ayam atau bebek (bisa menggunakan salah satu dari 3 jenis pilihan yang ada). Banyaknya bahan yang dibutuhkan tergantung dari ukuran wadah budidaya. Untuk budidaya yang biasa, dapat menggunakan 0,5-1kg pupuk. Sebelum dapat digunakan, kotoran ayam dan bebek harus dijemur terlebih dahulu sampai kering.
  • Ampas kelapa, jerami.
  • Wadah untuk budidaya secara umum memiliki ukuran: Lebar 60cm, Panjang 1m, Tinggi 30-60cm (Sesuai kemauan kalian). Wadah budidaya dapat berubah bak semen, baskom, media lain yang dibuat oleh kalian.
  • Starter Kutu air.
  • Air tawar yang bersih.


Setelah bahan-bahan yang dibutuhkan telah tersedia, hal yang perlu kalian lakukan adalah sebagai berikut ini :


  • Letakan wadah di tempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung (Lebih bagus 1/4 dari wadah terkena sinar matahari).
  • Masukan pupuk atau kotoran ayam dan bebek yang sudah dikeringkan pada wadah budidaya secara merata. Untuk pekerjaan yang lebih rapi, masukkan pupuk atau kotoran ayam dan bebek pada sebuah karung yang memiliki pori-pori kecil.
  • Wadah yang sudah diberi bahan budidaya diisi dengan air sesuai dengan ketinggian yang diinginkan dan jangan lupa memakai alat airator dengan skala pemompaan yang kecil.
  • Setelah pengisian air selesai, hal yang perlu dilakukan adalah membiarkan air tersebut selama 7-14 hari (tergantung pada besar kecilnya wadah budidaya). Apabila air sudah mulai berubah warna coklat pudar atau coklat padat, berarti anda telah berhasil dalam membuat phytoplankton yang akan digunakan sebagai sumber makan kutu air.
  • Setelah phytoplankton sudah berkembang biak dalam wadah, maka tiba waktunya starter kutu air dimasukan kedalam wadah budidaya.
  • Masukan jerami dan ampas kelapa yang telah disiapkan sebelumnya kedalam wadah.
  • Kalian bisa melakukan panen ketika budidaya sudah mencapai 5-9 hari. Cara panen dapat dilakukan dengan cara seperti biasa kalian menangkapnya dari alam.
  • Untuk menjaga kutu air tetap hidup, lakukan pemberian pupuk kandang atau kotoran ayam dan bebek pada karung yang telah disediakan sebelumnya atau kalian bisa menyiapkan karung baru.
  • Untuk menjaga kutu air tetap hidup, lakukan pemberian pupuk kandang atau kotoran ayam dan bebek pada karung yang telah disediakan sebelumnya atau kalian bisa menyiapkan karung baru.
  • Selamat mencoba.


Masih terdapat 2 cara singkat yang dapat dicoba. Cara pertama adalah menggunakan serbuk susu atau ragi roti dan cara kedua menggunakan air yang berasal dari selokan secara langsung. Cara pertama menjadi perbincangan yang cukup populer dan banyak diperdebatkan oleh peternak ikan cupang. Hal ini dikarenakan cara pertama terkadang bisa dilakukan oleh sebagian peternak dan berhasil serta sebagian tidak berhasil. Secara pribadi saya gagal dalam melakukan cara pertama.

Cara kedua menggunakan air selokan secara langsung. Hal ini belum pernah saya lakukan. Tetapi ada beberapa peternak yang menyarankan menggunakan cara ini. Saya tidak dapat mengatakan cara ini akan gagal atau akan berhasil. Tapi saran saya lebih baik menggunakan cara yang pasti saja agar tidak membuang waktu

3. Silkworms (Tubifex)

Banyak peternak ikan menggunakan tubifex sebagai sumber makanan utama untuk ikan mereka. Tubifex banyak dibudidayakan oleh petani ikan. Harga tubifex juga lebih murah dibandingkan dengan artemia. Cara pengkulturan tubifex juga tidak terlalu sulit. Selama budidaya dilakukan dengan benar, maka hasilnya akan sangat memuaskan. Tubifex mengandung kadar lemak yang tinggi sehingga bisa mempercepat pertumbuhan ikan.

Tubifex yang diperoleh dari alam cenderung mengandung bakteri patogen. Bakteri patogen dapat menyebabkan kematian pada ikan. Oleh karena itu, sebelum diberikan pada ikan, tubifex yang diperoleh dari alam harus di karantina selama 2-3 hari dengan cara menyaring tubifex tersebut. Tubifex banyak dijumpai pada tempat yang berlumpur. Karena tubifex merupakan makhluk hidup, maka tubifex juga memerlukan sumber makanan yang berasal dari zat-zat sisa hasil fermentasi sayuran dan kotoran hewan.

Bahan-bahan yang diperlukan untuk budidaya tubifex secara umum adalah :


  • Bibit Tubifex (diperoleh dari alam atau beli dari toko ikan dan peternak tubifex).
  • Wadah budidaya tubifex (dapat berupa kolam semen, baskom, atau media lainnya).
  • Kotoran ayam / bebek yang sudah dikeringkan (Ampas tahu atau sayuran).
  • Air tawar.
  • Paralon dan mesin pompa air.


Setelah mengetahui bahan-bahan yang diperlukan, maka lakukan langkah sebagai berikut :


  1. Bersihkan wadah yang akan digunakan untuk budidaya tubifex.
  2. Bibit Tubifex harus dikarantina dulu agar terbebas dari bakteri patogen (beli tubifex yang sudah bersih, supaya tidak melakukan proses karantina lagi).
  3. Taburkan kotoran ayam / bebek yang sudah dikeringkan ke dalam wadah budidaya. Bagi kalian yang menggunakan ampas tahu atau sayuran, bisa langsung melakukan budidaya.
  4. Masukan air kedalam wadah budidaya, lalu aduk sampai rata. Ketinggian air cukup 5cm.
  5. Masukan tubifex pada wadah yang sudah dicampur dengan kotoran tadi (Ingat, permukaan lumpur yang ada pada wadah harus seimbang).
  6. Beri wadah tubifex aliran air yang kecil menggunakan paralon. Sirkulasi air bisa di pompa berulang-ulang dengan menggunakan mesin pompa air.
  7. Ganti air 20-30% setiap 2 hari sekali (Sesuai dengan wadah budidaya).
  8. Pemberian makan bisa dilakukan 1 - 3 hari sekali sesuai dengan jumlah budidaya kalian


Cara lain yang dapat digunakan untuk budidaya tubifex dapat menggunakan ikan yang sudah mati. Cara ini belum diketahui kebenarannya karena saya belum pernah mencobanya. Bagi kalian yang sudah pernah mencoba dan berhasil, saya akan sangat berharap kalian mau berbagi. Caranya mudah, kalian kirimkan saya email dengan format microsoft word. Apabila penjelasan dan tahap-tahap budidaya yang kalian ceritakan masuk akal, maka postingan kalian akan saya post disini, terima kasih

Untuk mengetahui cara budidaya Microworms, dan vinegar eels. Silahkan kalian memabaca artikel Cara Beternak Makanan Ikan Cupang Bagian 2